Kuratapi setiap udara yang ku rasakan
Ku tatap langit jingga dengan sentuhannya
Ku merasakan setiap detik yang berganti
Ku mendengar tetesan embun yang terjatuh
Di balik pelangi itu
Ku melihat senyuman yang tulus
Namun dibalik hujan yang turun
Terlihat tetesan air mata yang menetes
Goresan sebilah kayu yang berada
di atas sebuah batu
Sepucuk daun yang berguguram
Dengan perlahan...
Menulis di atas bayang-bayangnya
Melukis di atas kain yang usang
Menari di atas batu yang curam
Sendiri..
Merasakan setiap waktu yang berlalu
Merasakan setiap hembusan nafas yang terhirup
Dunia seakan gelap
Sunyi yang mendera kalbuku
Tanpa suara yang terdengar
Nyanyian sepi yang menderu
Friday, January 24, 2014
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Friday, January 24, 2014
Detik Hembusan
Kuratapi setiap udara yang ku rasakan
Ku tatap langit jingga dengan sentuhannya
Ku merasakan setiap detik yang berganti
Ku mendengar tetesan embun yang terjatuh
Di balik pelangi itu
Ku melihat senyuman yang tulus
Namun dibalik hujan yang turun
Terlihat tetesan air mata yang menetes
Goresan sebilah kayu yang berada
di atas sebuah batu
Sepucuk daun yang berguguram
Dengan perlahan...
Menulis di atas bayang-bayangnya
Melukis di atas kain yang usang
Menari di atas batu yang curam
Sendiri..
Merasakan setiap waktu yang berlalu
Merasakan setiap hembusan nafas yang terhirup
Dunia seakan gelap
Sunyi yang mendera kalbuku
Tanpa suara yang terdengar
Nyanyian sepi yang menderu
Ku tatap langit jingga dengan sentuhannya
Ku merasakan setiap detik yang berganti
Ku mendengar tetesan embun yang terjatuh
Di balik pelangi itu
Ku melihat senyuman yang tulus
Namun dibalik hujan yang turun
Terlihat tetesan air mata yang menetes
Goresan sebilah kayu yang berada
di atas sebuah batu
Sepucuk daun yang berguguram
Dengan perlahan...
Menulis di atas bayang-bayangnya
Melukis di atas kain yang usang
Menari di atas batu yang curam
Sendiri..
Merasakan setiap waktu yang berlalu
Merasakan setiap hembusan nafas yang terhirup
Dunia seakan gelap
Sunyi yang mendera kalbuku
Tanpa suara yang terdengar
Nyanyian sepi yang menderu
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 comments:
Post a Comment